Berbicara di Depan Publik
Salah satu hal yang paling kita takuti baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan profesional kita adalah ketika kita harus berbicara di depan banyak orang, baik untuk acara sosial, seminar, kuliah, presentasi bisnis, pidato perpisahan, bahkan dalam acara reuni sekolah yang sebagian besar hadirin telah kita kenal dengan baik. Berbicara di depan publik bagi sebagian besar kita adalah sesuatu yang menegangkan dan menakutkan, seakan seluruh mata para hadirin sedang menghakimi kita. Kita seakan-akan menjadi terdakwa yang sedang diadili oleh para hadirin.
Berbicara di depan publik, suka atau tidak merupakan keterampilan yang harus kita kuasai, karena pada suatu saat dalam kehidupan kita, pastilah kita harus berbicara di hadapan sejumlah orang untuk menyampaikan pesan, pertanyaan, tanggapan atau pendapat kita tentang sesuatu hal yang kita yakini. Hal yang sederhana misalnya kita harus berbicara di depan para tamu pada acara ulang tahun anak kita atau hal yang menentukan karier kita seperti mempresentasikan proposal proyek atau tentang produk kita di hadapan sejumlah mitra bisnis atau calon pembeli.
LimaUnsur
Berbicara di depan publik merupakan salah satu seni berkomunikasi. Dalam edisi Mandiri ke-38 kita telah membahas topik komunikasi. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya dalam edisi tersebut, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan. Kelima unsur tersebut adalah: pengirim pesan (sender), pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau medium), penerima pesan (receiver), dan umpan balik (feedback).
HukumKomunikasi
Selain itu kita juga telah membahas 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kita rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble), yang berarti merengkuh atau meraih. Karena kita berkeyakinan bahwa komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain. Berikut kami uraikan kembali kelima hukum komunikasi efektif tersebut dalam konteks dan sebagai fondasi bagi kita untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik.
Hukum pertama dalam berkomunikasi secara efektif, khususnya dalam berbicara di depan publik adalah sikap hormat dan sikap menghargai terhadap khalayak atau hadirin. Hal ini merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain, termasuk berbicara di depan publik. Kita harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan menghargai hadirin kita. Kita harus ingat bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan orang tersebut.
Hukum kedua adalah empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita harus terlebih dulu memahami latar belakang, golongan, lapisan sosial, tingkatan umur, pendidikan, kebutuhan, minat, harapan dan sebagainya, dari calon hadirin (audiences) kita. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita perlu siap untuk menerima masukan atau umpan balik dengan sikap positif.
Hukum ketiga adalah audible. Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Audible dalam hal ini berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui medium atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.
Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (clarity). Selain bahwa pesan harus dapat diterima dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti oleh hadirin, akan membuat pidato atau presentasi kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity dalam public speaking, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan dalam presentasi atau pembicaraannya.
SikapRendahHati
Hukum kelima dalam komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara di depan publik. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respon yang positif dari publik pendengar kita.
Kelima hukum komunikasi tersebut sangat penting untuk menjadi dasar dalam melakukan pembicaraan di depan publik. Berikut adalah beberapa tips atau kiat-kiat untuk public speaking yang kami adaptasi dari buku Say It Like Shakespeare, karangan Thomas Leech.
Persiapan
Hal yang paling penting dalam persiapan kita untuk berbicara di depan publik adalah membangun rasa percaya diri dan mengendalikan rasa takut dan emosi kita. Bahkan banyak pakar komunikasi yang mengatakan bahwa persiapan mental jauh lebih penting daripada persiapan materi atau bahan pembicaraan. Meskipun demikian, persiapan materi juga sangat mempengaruhi kesiapan mental kita. Kesiapan mental yang positif merupakan syarat mutlak bagi kita dalam berbicara di depan publik. Pastikan juga bahwa anda beristirahat dan tidur yang cukup menjelang waktu anda berbicara di depan publik dan majulah dengan sikap optimis dan sukses. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan pesan kepada publik.
KualitasSuara
Kualitas suara kita merupakan faktor kunci yang menentukan apakah hadirin memperhatikan kita maupun pesan yang kita sampaikan. Pastikan bahwa suara anda cukup keras dan jelas terdengar bahkan oleh hadirin yang duduk paling jauh dari anda sekalipun. Jika tersedia, selalu gunakan pengeras suara (loudspeaker), meskipun anda merasa suara anda sudah cukup keras. Cobalah dengan berlatih mendengarkan suara anda sendiri. Caranya dengan menutup mata, berbicaralah, kemudian perhatikan kualitas, kekuatan dan kejelasan suara anda.
Suara kita merupakan aset kita yang paling berharga dalam berkomunikasi secara lisan. Oleh karena itu memelihara kualitas suara dan berlatih secara kontinu merupakan keharusan jika kita ingin menjadi pembicara publik yang sukses. Jika suara kita kurang bagus dan sumbang, kita dapat mencari pelatih suara profesional atau mengikuti kursus atau pendidikan (seperti misalnya di Institut Kesenian Jakarta) untuk meningkatkan kualitas suara kita. Apalagi misalnya anda bercita-cita jadi presenter, pembicara publik, MC dan sebagainya. Anda harus benar-benar memperhatikan kualitas suara anda.
Bahasa dan Kata-Kata yang Digunakan
Bahasa dan kata-kata yang kita gunakan merupakan faktor kunci lain yang menentukan kemampuan komunikasi kita. Bahasa yang baik dan tepat dapat membantu memperjelas dan meningkatkan kualitas presentasi atau pembicaraan kita. Oleh karena itu perlu sekali bagi kita untuk memperhatikan kata-kata dan bahasa yang kita pilih.
Pikirkanlah kata-kata yang akan anda gunakan, karena kemampuan berbahasa yang buruk akan tercermin pada kualitas penyampaian pesan kita. Hindari menggunakan kata-kata yang tidak perlu, seperti: apa itu ….. apa namanya…ehm….you know…. dll. Jangan mengucapkan kata-kata: maaf…..Jika anda salah mengucap, cukup anda ulangi sekali lagi kalimat tersebut dengan benar.
Penampilan
Penampilan adalah kesan pertama. Jadi kita harus pastikan bahwa pada saat kita maju atau berdiri untuk berbicara, hadirin atau audiens kita memperoleh kesan yang baik terhadap kita. Pastikan bahwa penampilan kita membawa pesan yang positif, dan kita kelihatan lebih baik dan merasa lebih baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, dan sesuai dengan jenis pakaian yang digunakan oleh para hadirin lainnya.
KomunikasiNon-verbal
Yang dimaksud dengan komunikasi non-verbal adalah: kontak mata, ekspresi wajah, penampilan fisik, nada suara, gerakan tubuh, pakaian dan aksesoris yang kita gunakan – semuanya memberikan efek atau pengaruh yang cukup besar terhadap penyampaian pesan kita. Para hadirin akan kebingungan ketika bahasa tubuh kita misalnya berbeda dengan bahasa verbal yang kita ucapkan. Biarkan tubuh kita berkomunikasi juga dengan audiens kita. Bahasa tubuh kita sebagai pembicara atau pengirim pesan dan bahasa tubuh pendengar atau audiens kita dapat membantu atau menghalangi proses komunikasi. Jika hadirin duduk dengan sikap seperti mau tidur atau menunjukkan wajah bosan, berarti kita harus mengubah suasana atau cara kita menyampaikan pesan.
PersiapanMental
Dalam membangun kesiapan mental kita dalam berbicara di depan publik, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengurangi ketegangan fisik dengan cara melakukan senam ringan (stretching). Karena kita tidak dapat menurunkan ketegangan mental sebelum kita mengendorkan otot-otot tubuh kita yang tegang. Seperti yang dikatakan oleh psikolog Amerika yang terkenal Dr. Richard Gillett, ”It is almost impossible to go into alpha without considerable muscular relaxation.” Hampir tidak mungkin masuk ke kondisi alpha (kondisi gelombang otak atau mental yang relaks) tanpa mengendorkan otot-otot tubuh. Biasanya saya memegang ujung kaki sambil berdiri membungkuk selama sepuluh detik. Kemudian tarik napas yang panjang dan dalam, tahan beberapa detik, kemudian keluarkan napas pelan-pelan. Selanjutnya anda bisa batuk sekali atau minum segelas air putih untuk mempersiapkan vokal anda.
Cara lain yang efektif untuk membangun kesiapan mental adalah dengan datang ke tempat pertemuan lebih awal. Dengan demikian kita dapat mengetahui suasana dan keadaan terlebih dahulu. Selanjutnya kita bisa mencari dukungan (back up support) dari orang-orang yang kita kenal maupun kenalan baru serta dari mereka yang mengharapkan kita sukses dalam presentasi nantinya. Mengobrollah dengan mereka sebelum presentasi dimulai.
Berikut adalah beberapa prinsip dalam mempersiapkan mental kita sebelum berbicara di depan publik:
1. Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan. Dunia tidak runtuh jika anda tidak melakukannya dengan baik. Tidak akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi atau penyampaian anda. Jadi tenang dan relaks saja.
2. Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk berbicara di depan publik.
3. Siapkan 2-3 poin pembicaraan atau pertanyaan, karena audiens anda akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.
4. Kita harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah.
5. Kita tidak perlu menganggap diri kita adalah seorang pembicara publik. Tujuan kita adalah menyampaikan pesan (message) kita kepada hadirin.
6. Kita tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin. Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian. Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan presentasi kita.
7. Kita harus ingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan kita berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita.
SiapkanPesannya
Dalam mempersiapkan public speaking, selain persiapan mental, persiapan materi juga harus dilakukan dengan baik dan benar. Karena kesiapan materi atau pesan yang akan kita sampaikan akan sangat mempengaruhi kesiapan kita secara mental. Hal yang paling penting adalah kesiapan pendengar atau audiens untuk menerima pesan kita. Biasanya kita harus menyampaikan pokok-pokok pemikiran atau ringkasan dari apa yang mau kita sampaikan sehingga audiens juga memiliki kesiapan mental untuk menerima pesan tersebut. Paling tidak agenda atau outline bahan pembicaraan kita sudah jauh-jauh hari kita sampaikan terlebih dulu.
Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan kita sampaikan baik dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. Kita juga perlu memperoleh informasi tentang audiens kita, baik tingkatan umur, latar belakang pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat, sosial budaya dan sebagainya. Sehingga kita bisa empati (ingat hukum komunikasi kedua) dan berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens kita. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam mengembangkan topik atau materi:
1. Perkayalah topik dan bacaan yang telah kita lakukan dengan hal yang up to date dan riil terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman kita, maupun pengalaman orang lain adalah bahan yang menarik untuk kita angkat.
2. Hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus, menimbulkan keragu-raguan atau melebihi jadwal waktu yang tersedia untuk kita.
Kemudian kita tetapkan terlebih dulu apa tujuan atau sasaran kita. Apa yang menjadi tujuan seminar, rapat, kuliah atau pertemuan ini? Apa yang menjadi harapan panitia, kita sebagai pembicara dan seluruh hadirin yang ada? Penetapan tujuan ini sangat berkaitan dengan informasi yang kita dapatkan mengenai pendengar atau hadirin kita, apa yang menjadi tujuan dan harapan mereka? Dapatkan umpan balik dari teman-teman anda atau mereka yang ahli dalam bidang yang akan kita presentasikan.
Setelah itu kemudian barulah kita susun peta pemikiran dari topik yang dipilih. Mengenai teknik pemetaan pemikiran pernah kita sampaikan pada edisi Mandiri 40. Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku.
Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting kita kembangkan tema pokok menjadi sub-tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda.
Setelah itu buatlah agenda, outline atau catatan kecil tentang urutan pembicaraan yang akan kita sampaikan. Sisipkan anekdot, kuis, cerita ilustrasi, games, dan latihan-latihan untuk menjaga agar audiens tidak bosan dan mengantuk. Persiapan tersebut termasuk menyusun makalah, powerpoint presentation, transparent sheets, handouts, video presentation, dan sebagainya sebagai materi utama presentasi anda. Ingat pada saat presentasi jangan membacakan makalah atau terpaku pada bahan utama anda. Berbicaralah seakan anda sedang berbicara dengan satu-dua orang saja. Gunakan kontak mata dan fokuskan perhatian pada mereka yang memperhatikan presentasi anda. Tetapi sebisa mungkin anda memproyeksikan pembicaraan anda ke seluruh ruangan dan seluruh hadirin.
AlatBantuVisual
Untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan (hukum ketiga audible), kita harus menguasai kegunaan dan penggunaan alat bantu visual seperti misalnya slide, overhead projector, LCD (infocus) projector yang langsung dihubungkan dengan komputer atau notebook anda. Sebagian besar orang lebih mudah menangkap informasi yang berupa gambaran visual daripada mendengarkan. Apalagi jika kita menggunakan data-data numerikal, akan lebih menarik jika disajikan dalam bentuk grafik, tabel atau bagan warna-warni. Anda bisa menggunakan software tertentu misalnya powerpoint, untuk menggabungkan pointers anda dengan suara, foto, clip art, animasi, dan video dalam satu file presentasi. Kemampuan menggunakan alat bantu visual ini akan memberikan kesan pertama kepada audience bahwa kita siap melakukan presentasi.
Tetapi sekali lagi jangan terfokus pada alat bantu tersebut. Apalagi jika terjadi kesalahan atau gangguan teknis, anda harus selalu siap dengan cara presentasi yang langsung tanpa alat bantu. Atau sebaiknya ada teknisi yang siap untuk mengatasi gangguan teknis tersebut. Jangan sampai gara-gara alat bantu visual, anda kehilangan momentum untuk menyampaikan topik atau materi presentasi anda.
Jadi dalam penyampaian pesan kepada publik, baik berupa pertanyaan, pidato, kuliah, seminar, sepatah kata, yang paling penting bagi kita adalah bahwa pesan kita dapat tersampaikan kepada penerima pesan dengan baik dan jelas. Berbicara di depan publik bukan ujian atau pun pengadilan untuk mengadili penampilan, kecerdasan, kecantikan atau pun keluasan pengetahuan kita. It is simply a process of conveying your message to the targetted audiences — nothing more nothing less.
16 Langkah Menjadi Pembicara Terbaik
1. Mantapkan kredibilitas Anda dan diri Anda sebagai "penguasa" dari topik pembicaraan. Yakinkan bahwa Anda menguasai topiknya. Jelaskan kepada audience mengapa mereka harus mendengarkan dan percaya kepada Anda. Lakukan ini dengan tidak lebih dari tiga kalimat.
2. Pahamilah bahwa dengan persiapan yang cukup, Anda menghargai audience Anda secara efektif. Anda seperti berkata "Anda semua penting bagi Saya sehingga Saya memutuskan untuk meluangkan waktu mempersiapkan ini semua." Mengatakan bahwa Anda tidak punya waktu untuk mempersiapkan diri, atau meminta maaf di muka karena merasa tidak siap, adalah tindakan yang ofensif, membuat Anda terlihat malas dan tidak profesional. Jangan meminta maaf atas siap-tidaknya Anda.
3. Jika hal tak terduga terjadi, dan Anda merasa gamang, maka gamanglah - tapi jangan ceritakan kepada audience. Anda tidak akan mendapat simpati dari mereka; dan lagi-lagi, Anda akan terlihat tidak profesional.
4. Jangan pernah, memulai pembicaraan dengan mengatakan bahwa Anda gugup, atau bahwa Anda belum pernah melakukan hal ini sebelumnya... Anda hanya akan menarik perhatian mereka ke hal-hal yang semestinya tidak Anda perlihatkan. Percayalah, audience Anda akan segera mulai mencari bukti-bukti untuk mendukung pernyataan Anda itu.
5. Bernafaslah! Gugup dapat membuat Anda berat bernafas - yang tidak akan mendukung getaran dan proyeksi suara Anda. Segelas air minum di dekat Anda akan bisa membantu. Dan kala Anda meneguknya, Anda mungkin akan terlihat percaya diri.
6. Jadilah enerjik. Sebelum Anda bicara, Anda bisa membayangkan bahwa audience sanga puas dengan presentasi Anda. Cara yang paling mudah, bacalah lagi SMS-SMS yang menyenangkan di HP Anda.
7. Gunakan suara dari perut Anda dan bukan dari dada Anda. Proyeksi suara Anda akan lebih baik. Anda hanya bisa melakukannya jika Anda rileks. Dengan ini, Anda terdengar lebih percaya diri. Anda bisa melatih ini - tentu saja di rumah - dengan menekan perut Anda ke tembok dan berbicaralah dengan cukup keras. Anda akan merasakan bagaimana seharusnya.
8. Perhatikan makanan Anda sebelum berbicara. Para pembicara, punya "manajemen MCK" mereka sendiri. Sehari sebelumnya, jangan pernah makan pempek palembang super pedas misalnya. Jangan pula memakan makanan yang buruk untuk suara, coklat atau gorengan misalnya.
9. Berdirilah saat bicara. Ini, dengan segera membuat Anda merasa punya otoritas.
10. Duduklah di posisi yang dominan. Bukankah Anda pembicaranya?
11. Ketahuilah bahwa kesan pertama sangat diperhitungkan. Dan Anda, tidak akan mendapat kesempatan kedua untuk melakukannya.
12. Berinvestasilah untuk pakaian dengan warna yang paling cocok untuk Anda. Sepatu dengan jempol yang nongol menimbulkan kesan kurang profesional, usahakan menghindari kaus kaki dengan warna putih atau abu-abu. Mendingan hitam sekalian.
13. Berpakaianlah yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dan sesuai pula dengan audience yang akan mendengarkan.
14. Jangan jadi Tony Blair! Gunakan deodoran atau parfum yang tidak meninggalkan bercak pada pakaian Anda. Ini soal kecil, tapi Tony Blair pun bermasalah karenanya.
15. Waspadalah bahwa berkomunikasi dengan orang lain adalah lebih dari sekedar perkataan Anda. Faktanya, hanya 7% dari kata-kata Anda yang "dianggap" orang. Sisanya, hanya dipahami dari tekanan suara dan bahasa tubuh Anda.
16. Ingatlah bahwa pikiran utama audience Anda adalah "apa yang bisa saya ambil dari sini?" Berikan jawaban ini saat Anda memperkenalkan diri. Mereka akan menyorongkan badannya sampai ke pinggir kursi untuk mendengar Anda.
Bicara Efektif di Muka Umum
Sudah bukan lagi masanya untuk menjadi remaja pasif! Setelah mulai sekitar 20 tahun lalu cara belajar siswa aktif dikampanyekan pemerintah, kini jadi remaja aktif tentu sudah seakan gerak reflek bagi Anda semua.
Salah satu keaktifan yang perlu Anda pelajari dan latih adalah ketrampilan berbicara di depan umum. Anda sekarang mungkin sering menderita demam panggung jika diperintah maju oleh guru. Gemetar, keringat dingin keluar, dan bicara pun tergagap-gagap. Nah, inilah saatnya Anda mengobati demam panggung itu.
Bicara di depan umum merupakan ketrampilan yang sangat berguna. Anda perlu memilikinya. Apalagi kita adalah muslim yang diwajibkan berdakwah. Gimana kalo suatu hari nanti Anda ditunjuk untuk memberi ceramah? Karena itu, ketrampilan bicara di depan umum perlu kita pelajari dan dilatih.
Berikut ini langkah-langkah praktis yang mungkin dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan berbicara efektif, sehingga apabila ada kesempatan ditunjuk menjadi pembicara tidak lagi terjadi ‘demam panggung’, tetapi justru menyenangkan.
Siap Sebelum Bicara
Ada 6 hal yang perlu dipersiapkan dalam berbicara efektif, yaitu: mengapa, siapa, di mana, kapan, apa dan bagaimana.
Mengapa: Menetapkan Sasaran
Hal pertama yang harus jelas dalam pikiran Anda sebagai pembicara adalah menetapkan sasaran pembicaraan. Penetapan sasaran sangat membantu dalam menentukan arah pembicaraan dan juga bermanfaat dalam memilih bahan yang sesuai dengan sasaran.
Pada umumnya sasaran pembicaraan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan, misalnya presentasi tugas, memimpin rapat, mengisi kajian, dan sebagainya.
Siapa: Pendengar
Meneliti apa dan siapa pendengar dapat membantu dalam menetapkan bahan yang akan disampaikan dan meyakinkan diri Anda bahwa Anda menyampaikan bahan pembicaraan kepada pendengar yang tepat.
Hal yang perlu diketahui dari bidang pendengar antara lain :
1. Berapa banyak orang yang hadir?
2. Mengapa mereka hadir di ruang tersebut?
3. Bagaimana tingkat pengetahuan yang mereka miliki atas topik pembicaraan?
4. Apa harapan mereka atas topik pembicaraan?
5. Bagaimana usia, pendidikan, dan jenis kelamin mereka?
Di Mana: Tempat dan Sarana
Penting bagi Anda untuk mengetahui dan memperhatikan tempat pembicaraan akan dilaksanakan.
Berikut ini beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bagi pembicara :
1. Melakukan praktek
Apabila pembicaraan dilaksanakan pada ruang yang besar dan luas, maka akan lebih baik untuk mencoba suara terlebih dahulu, sebelum betul-betul berbicara di depan sidang pendengar.
2. Mempelajari sarana yang tersedia
Sangat bermanfaat, bila Anda lebih dahulu melakukan latihan untuk dapat mengoperasikan tombol-tombol lampu, slide projector, dan OHP (Over Head Projector).
3. Meneliti gangguan yang mungkin timbul
Anda perlu mewaspadai gangguan yang mungkin timbul, misalnya pembicaraan dilakukan dekat jalan raya sehingga suaramu harus dapat mengalahkan suara kendaraan yang lewat.
4. Tata letak tempat duduk
Tata letak tempat duduk perlu diperhatikan, diatur, dipersiapkan, dan dikaitkan dengan sasaran pembicaraan.
Kapan: Waktu
Berapa lama waktu yang diperlukan dalam pembicaraan? Anda perlu memperhatikan manajemen waktu.
1. Waktu penyelenggaraan sangat mempengaruhi
Biasanya, waktu sesudah makan siang dikenal sebagai waktu ‘kuburan’. Pendengar yang sudah makan kenyang, apalagi jika makanan yang disajikan enak rasanya, akan membuat pendengar lebih tertarik untuk ‘berngantuk ria’ daripada mendengarkan pembicaraan.
2. Berapa lama waktu yang digunakan
Anda perlu memperhatikan waktu, misalnya waktu untuk pembahasan, waktu istirahat, atau waktu tanya jawab. Agar punya manajemen waktu yang baik, maka perlu latihan terlebih dulu.
3. Masalah konsentrasi
Sangat sulit bagi pendengar untuk berkonsentrasi penuh selama lebih dari 2 jam. Apalagi bila mereka merasa bahwa pembicaraan Anda tidak menarik, tidak bermanfaat, dan tidak berminat. Umumnya seseorang dapat berkonsentrasi penuh pada 20 menit di awal pembicaraan, setelah itu konsentrasi akan menurun sedikit demi sedikit.
Apa: Bahan yang Akan Digunakan
Agar sasaran pembicaraan dapat dicapai, maka persiapan bahan perlu dilakukan. Berikut ini beberapa saran dalam pemilihan bahan:
1. Menyusun dan memilih bahan
Susunlah pokok-pokok pembicaraan. Sebaiknya pada 45 menit pertama jangan terlalu banyak pokok-pokok yang akan disampaikan.
Dalam pemilihan bahan perlu diperhatikan: sasaran pembicaraan, waktu yang tersedia, pendengar, mana bahan yang harus diberikan dan bahan yang tidak perlu diberikan.
2. Gunakan contoh
Sederhanakan informasi yang sulit dan kompleks. Gunakan juga contoh-contoh yang benar-benar terjadi dan kaitkan dengan pokok-pokok yang ingin disampaikan.
3. Membuka dan menutup pembicaraan
Dalam membuka pembicaraan perlu dirancang agar dapat menimbulkan minat pendengar, dapat menimbulkan rasa butuh dari pendengar, dapat menjelaskan garis besar dan sasaran pembicaraan. Dalam menutup pembicaraan, Anda harus dapat menyimpulkan hal-hal yang telah dibicarakan.
4. Membuat catatan-catatan apa yang ingin dibicarakan.
Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengingat urut-urutan dalam pembicaraan adalah membuat catatan tertulis dengan menggunakan kartu-kartu atau kertas kecil. Hal yang dituliskan dalam kartu sebaiknya kata-kata kunci saja dan waktu yang digunakan untuk membicarakan apa yang tertulis di setiap kartu.
Bagaimana: Teknik Penyampaian
Penggunaan kata merupakan basis komunikasi, tetapi dalam kenyataannya keberhasilan dalam pembicaraan tidak hanya ditentukan dari penggunaan kata saja, tetapi justru penggunaan nonkata. Bicara di depan umum yang berhasil seharusnya memenuhi persentase kontribusi sebagai berikut :
7%: penggunaan kata
38%: penggunaan nada dan suara
55%: penggunaan ekspresi muka, bahasa tubuh, dan gerakan tubuh
1. Pemilihan kata
Kata-kata yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan taraf pendengar, begitu juga penggunaan istilah. Sadari bahwa penggunaan kata-kata yang tidak tepat akan menimbulkan masalah.
2. Teknik penyampaian berita
Tidak banyak orang yang mampu menyampaikan berita dengan efektif. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan berita, antara lain:
Gunakan ekspresi dan intonasi yang tepat.
Diam sejenak untuk membantu peserta agar dapat mencerna materi yang sudah diterima.
Bicara dengan jelas dan teratur.
Bicara dengan volume memadai.
3. Bahasa tubuh
Di samping penyampaian dengan menggunakan kata, maka kesuksesan dalam pembicaraan justru bergantung pada hal yang non kata, seperti: gerakan tubuh, tangan, kontak mata, cara berdiri, dan ekspresi muka. Jangan terpaku di satu tempat seperti patung atau sibuk membaca catatan.
Berikut ini beberapa saran untuk mengatasi masalah tersebut, antara lain :
1. Tatap mata pendengar
Kontak mata pembicara adalah vital untuk mengetahui apakah pendengar mengantuk, bosan, tidak paham, atau nampak tidak tertarik serta untuk mempertahankan minat pendengar atas apa yang Anda sampaikan.
2. Senyum
Manfaat dari tersenyum adalah mengendorkan ketegangan (menstabilkan mental).
3. Hindari membuat jarak
Anda perlu mendekatkan diri dengan pendengar. Kalau Anda bicara di depan kelas yang pesertanya duduk, Anda bisa jalan-jalan di antara meja mereka. Berdiri di belakang meja atau di belakang papan tulis akan menciptakan jarak dengan pendengar.
4. Berdirilah yang tegak tapi tidak kaku
Berdiri tegak dan kaku, dapat menciptakan ketegangan.
5. Sadari kecenderungan untuk jadi pusat perhatian
Ini tidak berarti pembicara harus berdiri dengan kaku, tapi gerakan-gerakan tangan perlu ada untuk yang ingin disampaikan. Hindari berlebihan menggunakan gerakan, hindari juga mengulang kata-kata yang sama.
6. Berusahalah sewajar mungkin
Agar bisa bertingkah laku secara wajar, berhentilah untuk mencemaskan diri sendiri. Cara yang efektif untuk bisa menjadi wajar adalah dengan latihan bicara di depan kamera sehingga pembicara dapat melihat diri sendiri atau bicara di depan teman-teman.
Meningkatkan Kualitas
Banyak cara yang dapat digunakan dalam rangka menghidupkan suasana pembicaraan, apalagi bila waktu bicara cukup panjang. Beberapa cara yang dapat Anda gunakan antara lain:
1. Partisipasi sidang pendengar
Metode diskusi kelompok, dengan cara membagi pendengar menjadi kelompok-kelompok kecil dan kemudian setiap kelompok kecil diberi tugas, pertanyaan, atau kuis kemudian diminta mempresentasikan jawabannya di depan pendengar yang lain akan meningkatkan partisipasi pendengar dan menghidupkan suasana.
2. Sesi untuk tanya jawab
Memberi kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dapat menguji apakah materi sudah dapat ditangkap dengan baik oleh pendengar.
3. Antusiasme
Tunjukkan antusiasme pembicara sewaktu menyampaikan materi.
4. Situasi yang menyenangkan
Ciptakan situasi yang menyenangkan dan tidak menegangkan/mengancam.
5. Pendengar yang ‘sulit’
Tidak seluruh pendengar adalah pendengar yang kooperatif dan positif, mungkin saja ada peserta yang ‘sulit’. Sebaiknya, jangan menimbulkan pertentangan langsung dengan peserta tersebut atau mempermalukannya di depan peserta lain.
6. Gunakan alat bantu
Alat bantu dapat mendukung pembicara dalam menyampaikan gagasan atau berita. Tiga kelompok alat bantu yang dapat mendukung pembicaraan adalah menstimuli: Visual, Hearing dan Feeling (VHF).
Visual : papan tulis, OHP, video
Hearing – efek suara
Feeling – makalah/hand out
Nah, itu tadi beberapa kiat agar Anda bisa jadi pembicara yang efektif di depan umum. Sekarang, tinggal Anda mau melatih diri Anda atau tidak. Teori di atas nggak berguna kalo Anda nggak melatih diri Anda. Seseorang dapat menjadi pembicara yang handal karena banyak berlatih, kata-kata bijak mengatakan: bisa karena biasa. Selamat mencoba…
Berbicara didepan umum ? Siapa takut !?
Berbicara merupakan suatu kegiatan sehari-hari yang sering kita lakukan karena berbicara digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam berbagai aktifitas. Berbicara sangat mudah dilakukan terutama dalam keadaan santai dengan teman, keluarga atau kolega kita. Namun pada beberapa orang berbicara itu akan mejadi sangat susah jika berada dihadapan khalayak ramai karena hal ini sudah melibatkan ketahanan mental yang prima. Pengalaman didalam menyampaikan sesuatu dalam pikiran kita dihadapan banyak orang memang membutuhkan latihan dan keberanian diri. Dengan banyak berlatih dan belajar bagaimana menyiasati berbagai situasi saat berbicara merupakan salah satu resep mujarabnya.
Apakah berbicara itu?
Menurut beberapa sumber, berbicara dapat didefinisikan sebagai :
Ujaran sebagai suatu cara berkomunikasi mengungkapkan pikiran, pandapat, gagasan, parasaan, dan keinginan dengan bantuan lambang-lambang yang di sebut kata-kata (Tarigan, 1981:8)
Ujaran yang merupakan ekspresi dari gagasan-gagasan pribadi seseorang (Powers, 1954:5-6)
Untuk memulai berbicara didepan forum umum, ada 4 faktor yang harus dimiliki oleh seorang pembicara , yaitu :
Percaya Diri
Salah satu faktor utama yang wajib pertama kali dimiliki oleh pembicara. Jika seorang pembicara tidak percaya diri maka akan sulit baginya untuk menyampaikan ide dan gagasan yang ada didalam pikirannya. Hal ini disebabkan hatinya sudah diliputi rasa grogi,malu atau takut sehingga bingung harus menyampaikan apa dan tidak tahu dari manakah untuk memulai presentasinya. Rasa percaya diri ini dapat dilatih perlahan dengan mulai berlatih berbicara dihadapan forum-2 kecil dengan tema pembicaraan ringan dan santai.
Kejelasan Suara
Gunakan suara yang dapat didengar jelas oleh audiens (pendengar). Volume suara cukup sedang-2 saja dan jangan menggunakan istilah-2 yang sulit dimengerti oleh audiens karena tingkat pengetahuan dari masing-2 audien tidak sama. Penggunaan istilah-2 umum mungkin akan sangat membantu para audiens memahami apa yang kita sampaikan.
Ekspresi/Gerak Mimik
Seorang pembicara juga merupakan seorang aktor dihadapan audiensnya. Penggunaan ekspresi yang tepat sesuai tema pembicaraan kita akan dapat membuat audiens menjadi lebih semangat untuk mengikuti setiap detil pembicaraan kita dan terhindar dari kantuk akibat kebosanan melihat cara berbicara kita. Sebagai contoh, misalnya kita berbicara mengenai kepahlawan para pejuang tempo dulu didalam acara HUT RI maka tentu saja ekspresi semangat berkobar-2 harus kita tunjukkan didepan umum tanpa mengurangi penyampaian makna pembicaraan.
Kelancaran Komunikasi
Agar audiens dapat menangkap maksud penyampaian pembicara maka cara menyampaikan haruslah lancar dan terurut dengan baik. Berbicara dengan tersendat-sendat atau terputus-putus karena adanya gangguan faktor lain (mis: HP berdering terus) dapat mengurangi antusias audiens sehingga menimbulkan kejengkelan yang dapat merugikan pembicara itu sendiri.
Kiat-Kiat Berbicara di Depan Umum
Ibarat sebuah masakan mempunyai sebuah resep maka agar dapat berbicara sukses di depan umum juga mempunyai kiat-kiat yang patut dicoba, yaitu :
Menguasai medan dan mengetahui siapa calon pendengar terlebih dahulu sehingga dapat menyusun strategi agar mereka dapat antusias sewaktu kita mulai berbicara.
Gunakan tema pembicaraan yang sesuai dengan tingkat kemampuan daya tangkap pendengar/audiens sehingga mereka tidak menjadi bosan dan kemudian mengabaikan pembicaraan kita. Audiens cenderung bosan dan mengobrol atau mengantuk ketika pembicara menyampaikan materi yang tidak bisa ditangkapnya.
Menggunakan pilihan kosakata yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pendengar agar tidak terjadi salah tafsir.
Jika terjadi gangguan psikologis (gugup, kepercayaan diri menurun), sebaiknya alihkan perhatian kita dengan cara memegang sesuatu atau menggunakan media sehingga rasa stress/kuatir dapat kita alirkan ke media tersebut sehingga tidak mengganggu konsentrasi sewaktu berbicara.
Berani memulai berbicara dan berusahalah mencari celah untuk menarik antusiaisme audiens guna menghidupkan suasana komunikasi kita.
Sebagai pembicara kita harus tenang untuk menghindari alur berpikir yang melompat-lompat / cerita yang tidak runtut sehingga dapat membuat pembicaraan kita terlihat tidak tentu arahnya.
Beri penekanan pada topik yang menjadi tujuan kegiatan berbicara tersebut dengan cara menyampaikan suatu kalimat secara berulang-2 secara tepat sehingga tidak terkesan mendikte audiens.
Faktor Pengganggu Sewaktu Berbicara di Depan Umum
Ada beberapa hal yang harus dihindari oleh pembicara agar tidak merusak suasana kegiatan berbicaranya, yaitu :
Tidak menguasai topik pembicaraan atau topik terlalu sulit bagi pembicara untuk disampaikan. Hal ini dapat menyebabkan pembicara menjadi bahan tertawaan audiens karena terkesan bodoh dan sok tahu. Oleh karena itu, pengusaan topik pembicaraan dengan baik sangatlah penting. Kuasai dan cari informasi sebanyak-banyaknya serta up to date tentang topik yang akan kita bawakan.
Rendah diri sewaktu berbicara. Hal ini biasanya disebabkan oleh timbulnya rasa takut, ragu-2 , pesimis serta malu pada diri pembicara sehingga mengganggu penyampaian topik dan terkadang bisa membuat pembicara lupa akan materi yang hendak disampaikan. Hal ini diatasi dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
Adanya gangguan dari pihak eksternal seperti lokasi terletak di dekat kegaduhan, rusaknya alat komunikasi dan tempat yang kurang nyaman (mis: ruangan tidak berAC sehingga membuat pembicara dan audiens menjadi cepat gerah).
Kondisi tidak sehat sehingga menyebabkan tidak adanya konsentrasi dalam penyampaian materi serta kadang dapat juga menganggu alat artikulasi (mis: suara menjadi serak).
Selamat mencoba !
Metode Efektif Berbicara Di Depan Umum
Berabad-abad yang lalu, pembicara hebat biasa berbicara dua jam atau lebih. Kini, setelah berita di televisi telah menjadi “norma” dan berbagai permasalahan serius diselesaikan dalam satu jam di telenovela, audience lebih tertarik pada para pembicara yang mampu menyampaikan poin-poinnya dengan waktu yang singkat. Dalam sebuah pidato yang disampaikan kepada audience “Perempuan Dalam Komunikasi”, Patricia Ward Brash mengatakan, “Televisi telah berperan dalam menciptakan masyarakat yang tidak sabaran, yang mengharapkan kita bisa menyampaikan berbagai poin dengan sederhana dan cepat.”
Pertanyaan:
- Bagaimana tentang pembicara di era modern?
- Panduan apa yang perlu diikuti?
- Apa yang bisa diperoleh dengan memahami audience?
PEMBICARA YANG HEBAT ITU JELAS
Di zaman ini, pembicara hebat ditandai dengan keringkasannya. Billy Graham, dalam rangkaian kampanye di seluruh kota di Cincinnati, berbicara sekitar 20 menit setiap malam. Theodore Sorensen dalam bukunya “Kennedy” memberikan panduan yang menunjukkan bagaimana Presiden Kennedy mempersiapkan orasi-orasinya. Setiap paket pembicaraan sang presiden itu, tidak ada satupun yang lamanya lebih dari 20 atau 30 menit. Ia tidak membuang-buang kata dan penyampaiannya tidak memboroskan waktu. Ia jarang sekali menggunakan kata-kata “sampah” atau word filler yang tak berguna seperti “ehmm..” atau “ee..ee.”
Josh Boyd, seorang profesor dan periset di sebuah universitas terkemuka menulis, “Dalam fisika, tenaga (power) didefinisikan sebagai gaya (kerja) dibagi dengan waktu (time)”. Jadi efektifitas berbanding waktu. Dengan kata lain, bekerja lebih banyak dengan waktu yang lebih sedikit akan menghasilkan lebih banyak tenaga. Dalam cara yang sama, pesan dari seorang pembicara akan lebih memiliki kekuatan jika yang bersangkutan bisa menyampaikan bicaranya dalam waktu yang lebih singkat.”
Berikut ini adalah panduan untuk mencapai kejelasan dalam berbicara.
KURANG DARI DUA MENIT
Dalam menggunakan cerita, teruslah bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana saya bisa menceritakan hal ini dalam waktu yang lebih singkat dan dengan kata-kata yang lebih sedikit?” Tulislah cerita Anda, dan ceritakan untuk melihat hasilnya.
Ada sebuah pepatah dalam menggunakan humor: “Makin panjang ceritanya, mestinya makin lucu.” Dikaitkan dengan proses bercerita secara umum, kita bisa mengatakan, “Makin panjang ceritanya, mestinya makin berefek pada audience.” Untuk meyakinkan bahwa cerita Anda memang kurang dari dua menit lamanya, masukkan hanya informasi yang menjawab pertanyaan-pertanyaan ini “Who?” “What?” “When?” “Where?” dan “Why?”. Jika tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, tinggalkan saja.
Yakinkan bahwa Anda punya persepsi arah dalam cerita Anda. Setiap bagian dari cerita harus bergerak maju menuju kesimpulan di dalam kepala pendengar. Pendengar sendiri harus bisa merasakan pergerakan itu.
SEDIKIT LEBIH BAIK
Apabila mungkin, ikuti aturan ini, “Sedikit lebih baik daripada banyak.” Jangan pernah menggunakan tiga kata jika Anda bisa mengucapkannya dengan dua. Tinggalkan kata-kata klise, word filler (bunyi-bunyi tanpa arti seperti bergumam, “you know”, “begitulah”, “basically”, “ehm..”, “e..” dan sebagainya). Tinggalkan frasa-frasa seperti, “Saya katakan sejujurnya” atau “Untuk mengatakannya dengan cara lain”, jika Anda memang tidak memerlukannya.
Berbicaralah dengan kalimat-kalimat pendek, frasa-frasa pendek, dan kata-kata pendek. Pilihan kata harus jelas bagi audience. Jadikan target bahwa setiap kata dalam bicara Anda punya pengaruh kuat pada pendengar.
Faktor Sukses Berbicara di Depan Publik
1. Penggunaan humor
Kemampuan membuat humor akan sangat membantu anda untuk merebut hati audiense dan keluar dari krisis. Seorang pembicara, kecuali pelawak, tidak diharapkan untuk membuat audiensenya tertawa terpingkal-pingkal sebagaimana halnya mereka menyaksikan badut. Namun demikian, kemampuan anda untuk membuat mereka tersenyum kemudian memberikan applause (tepuk tangan) meriah kepada anda akan sangat membantu untuk mengurangi ketegangan dan kebosanan
.
Tidak semua orang mampu menyampaikan cerita atau anekdot lucu. Sebelum memulai biasanya mereka sudah dihinggapi kekhawatiran apa yang mereka sampaikan tidak akan menciptakan kelucuan yang akhirnya malah membuat mereka kelihatan konyol. Kalau anda tidak bisa jangan lakukan! Tapi apabila anda mempunyai kemampuan untuk itu, ada beberapa tips yang
perlu anda perhatikan :
•Carilah waktu yang tepat kapan anda harus menyampaikannya
•Buatlah joke (candaan) yang sesuai (relavant) dengan topik yang anda bawakan
•Jangan berlebihan
•Jauhi kesan anda sebagai pelawak atau badut
•Berhati-hatilah terhadap target humor anda. Hindari humor yang mengarah ke SARA atau humor sex yang vulgar, menjijikan serta yang menyerang pribadi dari salah satu audiense anda
•Usahakan subjek dari joke anda adalah anda atau dari keluarga anda sendiri
•Personifikasikan joke-joke anda seolah-olah kejadian itu memang pernah anda terjadi di diri anda atau keluarga anda
•Jangan lakukan apabila anda kurang yakin dengan kemampuan anda
Humor yang dihindari :
•Berselera rendah
•Menyerang seseorang atau golongan
•Tidak relevant
Mempraktekan humor adalah satu-satunya hal yang tidak bisa anda latih sendiri. Penyampaian humor memerlukan audiense sebagai parameter keberhasilan.
2.Bahasa tubuh
Metode komunikasi manusia tidak semata bergantung kepada kata-kata yang diucapkan. Gerakan fisik seseorang dapat menggambarkan apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan, siapa dirinya dan dari lingkungan mana ia berasal.
Dalam konteks anda sebagai pembicara, penggunaan bahasa tubuh yang baik dan benar dapat mempermudah tugas anda untuk memberikan pengertian terhadap apa yang hendak anda sampaikan. Dalam beberapa kasus, bahasa tubuh ternyata lebih komprehensif dibanding kata-kata.
Bahasa tubuh dalam konteks pembicara terdiri dari :
•Pakaian
•Gerakan tubuh/postur
•Kontak mata
•Gerakan tangan
•Ekspresi muka
2a.Pakaian(Penampilan)
Ketika anda pertama kali muncul dalam pandangan seseorang, ia akan langsung membuat penilaian terhadap diri anda. Dengan cepat mereka akan menyimpulkan siapa dan darimana anda. Hal yang sama juga terjadi ketika anda pertama kali muncul di depan audiense. Cara berpakaian anda akan menunjukkan apakah anda satu dari mereka atau dari kelompok lain. Penyimpulan seperti ini dalam bahasa Inggris disebuit “Tribal Recognition” (pengakuan kesukuan), dan ini lumrah terjadi dimana-mana. Seseorang yang dianggap dari suku mereka akan diterima lebih mudah dibanding yang bukan. Sikap mereka akan lebih terbuka karena dianggap mengetahui aspirasi, keinginan dan style mereka.
Kalau kita ibaratkan suku yang anda hadapi adalah audiense yang anda hadapi, anda harus berusaha untuk dapat dianggap satu dari mereka. Dengan mendapatkan pengakuan. Kans anda untuk didengar dan dianggap akan lebih besar.
Berpakaian pada saat berbicara di depan publik tidak selalu harus wah atau glamour. Berpakaianlah dengan menarik. Hindari perhiasan yang menegaskan anda bukan dari kelompok mereka. Hindari juga perhiasan yang berlebihan yang mengganggu konsentrasi mereka untuk mendengarkan pembicaraan anda. Perhatikan detil-detil kecil seperti sepatu yang mengkilap, kancing jas dan kemeja, stocking dsb. Ingat, karena anda berdiri di depan setiap bagian di tubuh anda terlihat oleh mereka.
Berpakaianlah sesuai dengan jenis audiense dan acara dimana anda tampil. Jangan berpakaian berlebihan sehingga audiense bukannya memperhatikan apa yang anda katakan tapi apa yang anda kenakan.
2b.GerakanTubuh
Elemen kedua yang akan diperhatikan audiense adalah postur tubuh dan bagaimana anda menggerakkannya. Ketika berada di atas panggung, postur dan gerakan tubuh anda memberikan gambaran tentang sikap/ perasaan anda terhadap forum yang anda hadapi. Kepala yang selalu menunduk dan melihat keatas menunjukkan anda yang tidak percaya diri. Kepala yang menghadap ke depan menandakan keyakinan yang penuh.
Pada saat muncul untuk pertama kali, perhatikan cara berjalan anda. Pastikan kedua kaki anda lurus pada waktu melangkah. Jangan berlenggang dan jangan pula terlalu tegap. Berjalanlah dengan tenang namun penuh wibawa. Tegakkan kepala anda, pandanglah audiense anda dengan mata yang anthusias dan senyum. Ketika anda berbicara, pastikan tubuh anda mempunyai ruang yang cukup untuk bernafas.
Banyak gerakan yang anda lakukan ketika sedang berbicara misalnya memasukkan tangan ke saku celana. Gerakan ini akan menimbulkan kesan kasual, dan berarti tidak cocok dengan forum formal. Anda juga bisa berjalan atau melakukan gerakan-gerakan bebas namun tetap terkontrol.
Lakukan gerakan-gerakan yang perlu saja. Usahakan setiap gerakan anda bermakna. Gerakan-gerakan yang baik dan sesuai akan membuat pembicaraan anda lebih hidup.
2c.KontakMata
Kontak mata dengan audiense adalah faktor penting yang membuat acara berlangsung dua arah. Melibatkan audiense dalam acara dimana anda tampil akan membuat acara lebih hidup, terjadi interaksi dan anda sendiri merasa mempunyai teman sehingga bisa mengurangi kegugupan.
Kemampuan menciptakan kontak mata dengan audiense pada saat berbicara adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pembicara. Begitu banyak kita lihat pembicara yang terus berbicara tanpa melihat audiense yang ada di hadapannya. Komunikasi yang terjalin satu arah akan membuat penampilan anda kurang hidup dan cepat menimbulkan kebosanan.
Banyak yang tidak menyadari kontak mata dengan audiense adalah kontrol penampilan ketika di atas panggung. Dari lima panca indra yang dimiliki manusia, hanya matalah yang tak pandai berdusta. Dari mata audiense anda, anda akan segera mengetahui apakah ia menikmati pembicaraan anda atau sebaliknya.
Kontak mata adalah alat kontrol yang ampuh untuk mengetahui apakah anda pembicara yang membosankan atau menyenangkan.
2d.GerakanTangan
Sebagaimana gerakan tubuh / postur, gerakan tangan juga dapat membantu anda memberikan pengertian yang lebih jelas terhadap apa yang ingin anda ungkapkan. Gerakan tangan juga dapat menunjukkan anthusiasime anda terhadap acara dan audiense yang dihadapi.
Agar supaya gerakan tangan tidak berlebihan, anda dapat mempelajari bagaimana orang di sekitar anda berbicara sambil menggerakkan tangan. Dari percakapan sehari-hari ini ada dapat mengetahui cara berbicara dengan gerakan tangan yang wajar.
Banyak orang yang mempunyai kebiasaan yang buruk dengan tangan apabila sedang menjadi perhatian. Menggaruk-garukkan tangan atau kepala. Memegang-megang cincin di jari, memegang hidung dan jenggot adalah sebagian dari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut. Kalau anda merasa mempunyai kebiasaan buruk ini, anda tidak perlu khawatir. Anda bisa menghilangkannnya dengan latihan. Ajak seseorang untuk menemani anda pada saat latihan. Minta ia berteriak apabila anda melakukan kebiasaan buruk tersebut. Lakukan berulang-ulang.
Hindari membuat gerakan yang tidak perlu. Apabila gerakan tangan anda terlalu banyak, cobalah berbicara dengan tanpa gerakan sama sekali. Apabila masih banyak juga, siapkan cue card (lembar catatan) dan peganglah. Gerakan tangan biasanya tidak kita sadari dan lahir karena rasa gugup kita.
Hindari gerakan-gerakan yang tidak perlu. Usahakan setiap gerakan tangan anda mempunyai makna.
2e.EkspresiWajah
Ekspresi wajah yang paling mudah dilakukan adalah senyum. Senyum yang tulus dan tidak berlebihan akan membuat anda terlihat ramah dan senang berada di antara audiense anda. Senyum dapat pula menciptakan suasana rileks dan bersahabat.
Senyum yang baik adalah senyum yang wajar dan dikeluarkan pada saat yang tepat. Tersenyum dan tertawa adalah dua hal yang berbeda.
3.Kontrol Suara
Faktor pendukung penting lainnya yang membuat pembicaraan anda menarik adalah Suara. Penyampaian vokal yang baik didapatkan apabila anda menguasai tiga hal penting yang lazim disebut sebagai kontrol suara seperti dibawah ini :
1.Pernapasan
2.Volume
3.Ekspresi
3a.Pernapasan
Bunyi yang dihasilkan oleh manusia yang disebut suara berasal dari getaran udara pada tali vokal yang terletak di tenggorokan. Seperti halnya alat musik yang berbunyi karena angin, tekanan angin yang lewat pada pita akan mempengaruhi keras lemahnya bunyi yang dihasilkan.
Untuk berbicara di depan publik, diperlukan ruang suara yang solid agar dapat menyampaikan kalimat yang panjang dari biasanya pada volume yang benar.
Otot paling penting dalam pernapasan bernama Diafragma yang berada disebelah rusuk. Pengontrolan yang sempurna terhadap diafragma akan membuat anda mampu mengatur ruang udara yang diperlukan untuk mengeluarkan suara. Posisi yang baik mengontrol pernapasan adalah berdiri tegak untuk memberikan ruang yang lebih kepada paru-paru.
Ada beberapa cara yang terbukti ampuh dalam meningkatkan kemampuan pengontrolan diafragma. Ada baiknya kalau anda lakukan hal dibawah ini :
•Berdiri tegak dengan kaki tidak terlalu rapat. Tangan bergantung
biasa dan rileks
•Ambil napas yang dalam melalui hidung dan hitung sampai empat.
Rasakan bagaiamna mekarnya ruang dada anda. Jangan angkat bahu karena
mengurangi ruang di dada
•Tahan napas di paru-paru dalam hitungan keempat, kemudia biarkan
udara keluar dari mulut
•Jangan makan terlalu banyak sebelum anda bicara. Makanan akan
mempersempit ruang paru-paru.
3b.Volume
Banyak yang berpendapat agar supaya didengar kita harus berbicara keras. Ketahuilah keberhasilan dalam berbicara tidak selalu ditentukan oleh kerasnya suara. Jika anda khawatir anda tidak didengar karena ruangan yang terlalu besar atau audiense yang terlalu banyak, gunakan pengeras suara. Berbicara keras-keras bukanlah solusi yang baik.
Volume suara ketika anda berbicara di depan publik hanya sedikti lebih keras dari volume anda dalam percakapan sehari-hari. Berbicara dengan volume yang keras diperlukan pada moment-moment tertentu saja. Selebihnya berbicara keras hanya akan merusak tenggorokan dan membuat audiense anda stress.
Bukalah mulut sedikit lebih besar dari biasanya. Jangan berkerut, sisakan ruang yang cukup di dada sehingga suara anda bebas keluar. Keluarkan suara sedikit lebih besar dari biasanya, anda akan merasakan seolah-olah anda melakukan percakapan biasa namun bisa didengar orang
banyak.
3c.Ekspresi
Ekspresi adalah faktor penting dalam pengolahan suara. Suara yang baik tidak akan berarti banyak tanpa disertai ekspresi tepat. Ekspresi terdiri dari tiga komponen penting; Pitch (tinggi rendah suara), Pace (kecepatan berbicara) dan Phrasing (pemenggalan kalimat).
Pitch (Tinggi Rendah Suara)
Orang muda cnederung berbicara dengan nada suara lebih tinggi dari pada orang tua. Bagi orang muda, kecenderungan menggunakan nada tinggi biasanya dikarenakan faktor emosi. Sementara orang tua karena kematangannya lebih bisa mengatur tinggi rendahnya suara.
Setiap orang mempunyai pitch yang berbeda-beda dan pada situasi apa ia sedang berada. Dalam konteks berbicara di depan publik, suara tinggi salah satu yang| biasanya disebabklan oleh rasa gugup yang tidak bisa dikontrol.
Seseorang yang terlahir dengan pitch yang tinggi. Apabila ia ingin menjadi pembicara publik yang baik, latihan dengan instruktur khusus mutlak diperlukan.
Pace (Kecepatan Berbicara)
Jangan terlalu cepat. Itulah kunci berbicara di depan publik. Berikan waktu kepada audiense untuk mendengar dan menelaah kata-kata anda. Berikan juga waktu untuk anda sendiri untuk memikirkan apa yang akan diucapkan berikutnya. Tempo cepat terkadang diperlukan terutama untuk menunjukan anda energik. Tempo lambat juga diperlukan khususnya pada topik-topikm yang anda anggap penting. Berhenti sejenak sebelum dan sesudah menyampaikan statement yang penting dan panjang, ambil nafas dan sesekali melihat kearah audiense anda. Seseorang pembicara yang baik sangant mahir dalam memainkan tempo yang membuat pembicaraanya
menarik dan penuh kejutan.
Phrasing (Pemenggalan Kalimat)
Nafas setiap orang berbeda-beda, ada yang sanggup menyampaikan tiga kalimat dalam satu nafas. Ada pula yang setiap kalimat harus mengambil nafas. Terlepas anda mempunyai nafas panjang atau pendek, pemenggalan kalimat penting untuk diperhatikan. Arti sebuah kalimat akan berbeda jauh dari maksud sebenarnya apabila anda salah memenggal.
Selamat berlatih
Melatih Kemampuan Berbicara Di Depan Publik
Banyak orang merasa kesulitan jika harus berbicara di depan publik. Ada yang merasa tegang, ada pula yang kurang pede. Tak jarang seseorang berusaha menghindari jika harus tampil dan berbicara di depan publik. Sebegitu sulitkah berbicara di depan umum atau apakah keterampilan tersebut bisa dilatih?
Sedikit cerita pribadi, saya dulunya adalah orang yang sangat malu dan gugup jika harus berbicara di depan publik. Tak jarang saya lupa apa yang harus dikatakan. Namun setelah melatih diri dengan cara-cara sederhana dalam keseharian, sekarang saya merasa mantap jika harus berbicara di depan publik, bahkan jika harus diminta secara mendadak atau impromptu. Apa rahasianya?
Berikut beberapa tips untuk melatih kemampuan berbicara di depan publik yang sebagian merupakan pengalaman pribadi saya:
1. Manfaatkan Kesempatan Berbicara Dimana Saja
Keterampilan berbicara di depan publik sangat tergantung jam terbang. Semakin sering dipraktekkan, akan semakin dikuasai dan lebih nyaman dilakukan. Karena itu, jangan sia-siakan tiap kali Anda memiliki kesempatan berbicara. Apakah diminta memberikan sambutan, memberi komentar, pidato singkat dan lain-lain. Gunakan kesempatan tersebut dan latih kemampuan Anda. Tidak peduli apakah Anda menjadi gugup atau berkeringat. Abaikanlah semua ketakutan dan kekhawatiran dalam proses tersebut memang diperlukan situasi ketegangan sampai Anda bisa menyelesaikannya dengan cara menjalani segala kekhawatiran tersebut.
2. Gunakan Pertanyaan
Salah satu cara yang saya gunakan adalah memaksakan diri untuk membuat minimal 1 pertanyaan setiap kali saya berada di sebuah forum. Apakah forum itu sebuah training, workshop, meeting atau sekedar diskusi santai, manfaatkanlah dan gunakan untuk mengajukan pertanyaan. Ini melatih keberanian sekaligus kemampuan merangkai kata untuk menciptakan pertanyaan yang baik dan berkualitas. Mungkin pada awalnya Anda berpikir saya tidak punya hal yang ingin ditanyakan. Maka paksakanlah dan Anda akan terbiasa untuk menjadi orang yang aktif dalam setiap forum tanpa harus menjadi dominan. Ingat, tidak ada pertanyaan yang bodoh, jadi jangan pernah malu untuk bertanya.
3. Refleksi dan Resitasi
Setiap kali Anda selesai mengerjakan suatu hal, coba refleksikan dengan berbicara sendiri kepada diri Anda sendiri. Dengan cara ini Anda mencoba menerjemahkan apa-apa yang ada dalam pikiran menjadi kata-kata yang harus dikomunikasikan. Proses ini juga mirip dengan melakukan resitasi atau proses pengulangan setelah Anda selesai membaca sebuah buku. Coba ceritakan kepada diri Anda sendiri apa isi buku tersebut. Anda akan melatih kemampuan berbahasa lisan.
4. Latih Vokal
Melatih vokal dapat dilakukan ketika Anda sedang sendiri dalam ruangan, di depan kaca, atau bahkan di kamar mandi. Ucapkan kata-kata seolah-olah Anda sedang berbicara di depan orang banyak. Bayangkan ada banyak mata yang memperhatikan Anda. Rasakan kekuatan dari vokal Anda, intonasi yang digunakan, cepat lambatnya suatu kata diucapkan dan seterusnya. Melatih vokal di sini mirip seperti orang berlatih bernyanyi. Anda melatih membunyikan kata dengan benar, dengan intonasi suara yang tepat dan dengan volume yang jelas di dengar tanpa harus terkesan berteriak.
5. Biasakan Berbahasa yang Baik dan Benar
Dalam berbicara, ada kalanya kita memakai bahasa slang atau bahasa pergaulan yang akrab. Ini merupakan hal yang biasa dilakukan jika berbicara dengan teman akrab. Namun saya juga menyarankan agar Anda membiasakan berbahasa yang baik dan benar, terutama ketika berbicara dengan orang lain. Dengan membiasakan berbahasa yang baik dan benar, secara natural Anda akan menjadi pembicara alami yang tutur katanya teratur, pilihan kalimatnya pas, alur bicaranya terstruktur dan mudah dimengerti. Dengan demikian, setiap ada kesempatan apapun untuk berbicara di depan umum, secara otomatis Anda dengan mudah dapat melakukannya tanpa harus melakukan persiapan yang banyak.
Demikian beberapa tips sederhana yang dapat membantu Anda melatih kemampuan berbicara di depan umum. Ingat, practice makes perfect. Kemampuan berbicara di depan publik tidak dimiliki secara tiba-tiba. Anda harus melatihnya, mempraktekkannya, dan terus mengasahnya sampai akhirnya secara alami menjadi pembicara publik yang baik. Selamat mencoba.
Mengatasi Rasa Gugup Saat Menjadi Pembicara
Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang memiliki kemampuan di bidang keuangan, ada pula yang memiliki kemampuan di bidang seni. Namun, tidak sedikit pula orang yang memiliki kemampuan justru saat ia berbicara.
Sebut saja Aa Gym ataupun Tukul Arwana. Dengan kemampuan berbicara yang mereka miliki, orang-orang bisa dibuat tertawa terpingkal-pingkal, meneteskan air mata, atau bahkan berpikir tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Mereka mampu menanamkan sebuah kesan yang mendalam bagi setiap lawan bicaranya.
Namun, siapapun yang memiliki kemampuan berbicara bukan berarti luput dari rasa gugup saat menjadi pembicara di depan publik. Gugup itu satu hal yang manusiawi, apalagi jika dilakukan untuk pertama kalinya. Meskipun gugup adalah hal yang manusiawi, bukan berarti hal itu tidak bisa diatasi. Berikut ini cara mengatasi rasa gugup :
Datang lebih awal
Datanglah setidaknya 15 menit sebelum acara dimulai. Hal ini akan membantu Anda menaikkan nilai psikis dan mental diri, mampu menyiapkan segala rencana, mengantisipasi perubahan acara secara mendadak, serta proses adaptasi ruangan secara menyeluruh.
Kenali Semua Pihak Terkait
Kesuksesan seorang pembicara publik bukan semata-mata karena kehebatannya sendiri, melainkan pula atas dukungan seluruh pihak yang terkait dalam seluruh acara. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kita sebagai pembicara mengetahui dan mengenal pihak-pihak terkait, seperti koordinator acara, nara sumber, para undangan, dan sebagainya.
Kenali Setting Ruangan
Memahami setting ruangan akan membantu Anda untuk menentukan posisi awal, tingkat mobilitas posisi, hingga cara terbaik untuk menyapa audiens.
Kenali Undangan atau Tamu Penting yang Hadir
Kehadiran tamu penting, seperti pejabat setempat, tokoh masyarakat, dan publik figur sangatlah mungkin dalam sebuah acara. Oleh karena itu pemandu acara wajib mengenal dan mengetahui secara detil nama lengkap para undangan penting itu.
Pahami Tujuan Acara
Saat menjadi pembawa acara, ada kalanya pembicara publik bisa terkecoh dengan tema acara yang sedang dipandunya. Akibatnya, konsep acara tidak nyambung dengan tujuan pelaksanaannya. Memahami tujuan acara akan membantu aspek psikis Anda saat memandu acar tersebut.
No One’s Perfect
Di dunia ini, tidak ada satu orang pun yang sempurna, tetapi tiap orang memiliki keunikannya sendiri. Begitu pula saat menjadi pembicara publik. Setiap orang istimewa, dan tidak bisa dibandingkan antara yang satu dengan yang lainnya. Jadi, tunjukkanlah sifat dan sikap apa adanya. Dengan segera, hilangkan rasa gugup saat berada di atas panggung, walaupun Anda sepanggung dengan tokoh idola. Sebab, di dalam diri Anda tersimpan keistimewaan yang belum tentu dimiliki oleh sang tokoh idola.
Dengan menjadi public speaker yang andal maka popularitas, karier, dan penghasilan pun akan meningkat.
Kiat Membangun Rasa Percaya Diri Berbicara di Depan Publik
Menurut para ahli psikologi, rasa takut adalah perasaan negatif yang timbul akibat teridentifikasinya sebuah stimulus (misalnya bahaya). Rasa takut ini seringkali diikuti dengan adanya perubahan fisiologis, kognitif, dan tingkah laku (Kleinknecht, 1986). J. Gerald Suarez dalam artikelnya Managing Fear in the Workplace mengakui bahwa rasa takut tidak bisa dihindari, tapi bisa dikelola sehingga tidak memberikan dampak yang destruktif bagi orang yang memiliki rasa takut tersebut,
Seperti yang selalu dikatakan oleh pak tantowi yahya “rasa gugup atau takut adalah naturals calls, sama halnya seperti rasa lapar, rasa haus maupun rasa ngantuk, tidak ada obat untuk natural calls. Seperti halnya natural calls yang lain, rasa gugup juga adalah sesuatu yang normal selama kita bisa me-manage¬ dengan baik, karena rasa gugup atau takut itu sebenarnya penting untuk modal mawas diri”
Rasa takut akan membuat kita tidak bisa beranjak kemana-mana, takut meyakinkan kita tidak akan pernah bisa menggapai mimpi, membuat kita berdiam. Rasa takut akan membelenggu kemampuan mengembangkan diri dan membatasi apa yang ingin kita coba, intinya rasa takut membuat kehidupan kita semakin sempit. Dan sebaliknya keberanian muncul bukan karena ketiadaan rasa takut, keberanian timbul karena adanya kemampuan mengelola rasa takut.
Hampir setiap orang merasakan hal yang sama ketika gugup atau takut, nafas dan detak jantung menjadi tidak teratur, pada saat itu anda harus bisa mengendalikan rasa gugup atau takut anda, karena hanya andalah yang mampu membantu diri anda sendiri, maka ketika rasa gugup atau takut itu datang, keluarkanlah. Caranya dengan mengatur napas anda, karena itu ambillah nafas berkali-kali dengan tenang, maka gugup akan bisa kita kendalikan Selain itu anda juga bisa mengatasi rasa takut atau gugup dengan mengenali jenis-jenis rasa takut yang anda rasakan.
Berikut ini adalah beberapa langkah lain yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa takut :
1. Berhubungan dengan Orang
Semua rasa takut, bagaimanapun besar atau kecil akan buruk ketika kita menghadapinya sendiri. Cari teman baik untuk berbagi ketakutan dengannya.Kita cenderung bertahan mengakui rasa takut karena kita khawatir orang lain mengecilkan kita. Cari seseorang yang anda percaya dan bagilah apa yang menggagu anda. Mereka akan mampu membantu anda melihat apa yang anda takutkan dan mendorong mengambil langkah untuk menghadapinya.
2. Belajar Teknik Relaksasi
Takut dapat berakibat pada masalah kesehatan secara serius. Jika rasa takut sudah mulai berpengaruh pada kesehatan, pelajari beberapa teknik relaksasi yang dapat membantu anda siap menghadapi tantangan di depan.
3. Kembangkan Kehidupan Spiritual
Keyakinan pada Tuhan secara konsisten dalam setiap kesempatan adalah suatu yang baik. Ini akan memberikan kita selalu rasa aman dan nyaman dan yang lebih penting memberikan kita alasan untuk berharap.
4. Hadapi Rasa Takut Tersebut
Langkah terakhir sebenarnya adalah menghadapi rasa takut itu sendiri, penting dicatat bahwa beberapa rasa takut itu sehat dan beberapa situasi harus dihindari bagi keamanan pribadi anda.Tidak ada penghargaan pahlawan menantang satuasi yang mengancam pribadi. Meskipun ancaman tersebut lebih ke mental dari pada fisik, sebenarnya melakukan sesuatu yang anda khawatir dapat menjadi penangkal terbaik meskipun mengadapi takut adalah suatu proses.
Beberapa Langkah Membangun Rasa Percaya Diri
Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.
Tak dapat dipungkiri kita semua pasti pernah mengalami rasa tak percaya diri sesekali waktu. Adakalanya sulit membangkitkan kembali rasa percaya diri itu sewaktu kita sedang membutuhkan. Sebenarnya ada latihan sederhana yang dapat dipraktekkan untuk mendapatkan rasa percaya diri Anda agar kembali ke jalurnya secepat mungkin saat dibutuhkan. Berikut adalaha beberapa langkah membangun rasa percaya diri
1. Perhatikan Gesture (Sikap dan Gerakan) Anda
Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.
2. Bergaul Dengan Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif
Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.
3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri
Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.
4. Latihan
Kapanpun Anda ingin merasakan percaya diri kuncinya adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.
5. Kenali Diri Sendiri
Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang - Apa yang mereka katakan - Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.
6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri
Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi terpuruk.
7. Jangan Takut Mengambil Resiko
Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan hal-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.
Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan kemampuan. Pastikan Anda selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik untuk membangun rasa percaya diri anda.
Rahasia Sukses Bicara di Depan Umum
BAGI sebagian orang, bicara di depan umum bisa jadi momok yang menakutkan. Menjadi semacam fobia tersendiri. Namun, bagi segelintir orang lainnya, bicara di depan umum justru menjadi sumber mata pencaharian. Apa rahasia bisa sukses bicara dengan lancar di depan umum?
“Untuk bicara di depan umum diperlukan persiapan, tapi hati-hati juga, ada orang yang bisa jadi takut untuk bicara karena terlalu banyak persiapan. Menurut saya, boleh mempersiapkan diri ketika akan bicara di muka umum, tapi yang terutama harus nyaman dengan diri sendiri dulu. Ragu untuk tampil adalah musuh nomor 1,” tips dari Alexander Sriwijono, psikolog sekaligus salah seorang penulis buku Talk-inc Points di acaratalkshow yang digelar di Kinokuniya, Plaza Senayan, Kamis (28/05). Kadang, ragu menghampiri karena kita berpikir bahwa orang yang akan kita ajak bicara, atau para hadirin ini, lebih tua dan lebih tahu ketimbang kita. Usahakan untuk berpikir lebih positif.
Becky Tumewu dan Erwin Parengkuan mengatakan bahwa bicara merupakan hal yang alamiah yang dimiliki manusia. Maka, seharusnya manusia tak perlu takut untuk berbicara. Menanggapi pernyataan bahwa untuk bicara di depan umum itu adalah bakat yang diberikan Tuhan, Erwin Parengkuan menjawab bahwa bicara bukanlah bakat, tetapi yang membedakan adalah materi yang akan disampaikan. Agar sukses, seseorang harus bisa dan mau berlatih berkomunikasi dengan memerhatikan dan lebih peka, pelajari seberapa sering orang salah menangkap isi pembicaraan Anda, dan bagaimana Anda menyampaikannya kala itu, juga perhatikan respons dan bahasa tubuh orang yang diajak bicara. Berbicara itu seperti menari tango, dibutuhkan respons timbal-balik.
Alexander Sriwijono menambahkan, “Komunikasi itu dipakai di mana saja. Menurut saya, bicara di depan umum bukan perkara talenta, tapi masalahnya adalah bagaimana menyampaikan sesuatu dengan benar. Zaman sekarang banyak orang yang mengganti kata ‘tolong’ dengan ‘dong’, misalnya. Itu kan tidak sopan. Nah, perlu untuk belajar berkata-kata dengan baik, dan mempelajari respons dari orang lain.”
Dalam bukunya, ketiga penulis, Alexander Sriwijono, Becky Tumewu, dan Erwin Parengkuan menekankan terhadap 3 poin yang penting dan harus ada ketika seseorang ingin sukses bicara di depan umum. Sebanyak tiga poin yang disampaikan adalah :
1. Kekuatan Mental
2. Ketepatan Kata
3. Totalitas Bahasa Tubuh.
“Ketika kita sudah merasa takut untuk bicara di depan umum, ketiga pilar tersebut pasti jadi hancur. Ketika seseorang bisa mengalahkan rasa takut, keadaan akan lebih lancar. Diperlukan ketiganya untuk bisa menyelaraskan dan menyeimbangkan suasana,” terang Becky Tumewu.
Ketika ditanyakan perihal public speaking para calon pemimpin negara ini, Alexander Sriwijono mengatakan, “Menurut saya, public speaking itu menyangkut timeless memory. Saya sudah memiliki 2 anak. Saya mau, apa pun yang saya sampaikan di muka umum tercatat di media selama 15-20 tahun ke depan. Saya tak mau, ketika anak saya membaca apa yang saya katakan di masa itu, mereka malu. Saya harus bisa live up dengan apa yang saya katakan. Jadi, menurut saya, ketika menyangkut pemimpin yang layak adalah orang yang bisa mempertanggungjawabkan perkataannya di masa mendatang.”
Tips Berbicara Di Depan Umum
Tanpa kita sadari, bagi kita yang tinggal di budaya timur, sering kali merasa malu untuk berbicara / presentasi didepan umum / khalayak ramai. Kadang kita merasa minder, kurang percaya diri, takut ditertawakan, merasa belum layak sehingga membuat banyak sekali kesempatan di depan mata yang lewat begitu saja, dan diambil oleh orang lain. Padahal tak ada seorang pun yang awalnya berpengalaman. Karena itu, anda tetap harus percaya diri. Namun sebelum memulai, sebaiknya ikuti dulu langkah-langkah apa saja yang perlu disiapkan sebelum kita berbicara didepan orang lain.
Langkah-Langkah Belajar Berbicara Di Depan Umum:
1. Persiakan bahan untuk presentasi kita, apa saja yang perlu dibicarakan, buat point-pointnya. Usahakan selalu ditulis sehingga kita mudah membaca, saat presentsi, dan membuat kita lebih fokus akan apa yang kita sampaikan.
2. Persiapkan penampilan kita saat presentasi. Perhatikan penampilan kita dari bawah sampai atas, sepatu, usahakan bersih, celana, kemeja, usahakan warnanya selaras dengan dasi, dan jas. Rambut rapih dan lain-lain, ini merupakan faktor penting sehingga membuat kita lebih percaya diri saat berbicara.
3. Latihan berbicara didepan kaca, dengan pasangan anda, saudara, orang terdekat dan persilahkan mereka menilai penampilan anda. Siapkan intonasi, gaya bahasa, dan juga susunan kata.
4. Siapkan mental positif bahwa anda bisa melakukannya walaupun yang pertama kali, ingat selalu ada titik awal dalam melangkah, ada pribahasa dari tiongkok mengatakan, 1000 langkah dimulai langkah pertama.
TIPS PEDE NGOMONG DI DEPAN UMUM
Seringkali kita grogi ketika harus bicara didepan umum. Bahkan tak jarang pula deg-degan atau keluar keringat dingin… parahnya lagi kalau kita blank dan nggak tahu apa yang kita ingin kita omongin di depan umum. Nah bagaimana sih untuk mengatasi semua itu? Ala bisa karena biasa . Sering dengar kan kalimat “practices makes perfect”? Coba deh kamu terapin… seperti latihan bicara didepan cermin sebelum kamu tampil aktif dalam organisasi aktif berdiskusi kalau sudah terbiasa lama kelamaan dah jadi biasa dan kamu nggak kan grogi lagi kalau bicara didepan umum.
Hadapi saja Banyak orang yang bilang kalau tampil di depan umum “anggap saja di depanmu nggak ada orang”… bahkan ada yang bilang “anggap aja didepanmu batu semua”. Lah kalau nggak ada orang kita ngomong ma sapa dong??? Nah lebih baik kita hadapi audience kita. Anggaplah mereka teman – teman dekat kita. Sehingga kita lebih mudah mempresentasikan apa yang ingin kita sampaikan. Tatap mata mereka dan komunikasikan apa yang kita ingin sampaikan dihadapan umum. Dengan kontak mata kamu bisa menghilangkan rasa gugupmu.
Sama Saja Sebenarnya ngomong didepan umum itu nggak ada masalah. Sedari kecil kita sudah belajar ngomong dan sering bercerita panjang lebar menceritakan sesuatu. Nah apa bedanya dengan bicara didepan orang banyak? Tetaplah percaya diri. Karena sebenarnya orang lain juga akan merasakan hal yang sama ketika ada dalam posisimu.
Tenang Ketika berada di depan umum berpikirlah positif jangan takut salah atau ditertawakan. Kalau kamu suka gemetaran saat bicara di depan umum. Bila memungkinkan coba deh kamu memegang suatu benda seperti pulpen kertas dsbnya untuk mengalihkan rasa gugupmu.
Perhatikan Penampilan Tidak dapat dipungkiri penampilan juga cukup menunjang kepercayaan diri seseorang. Untuk itu persiapkanlah penaampilamu mulai dari atas sampai bawah. Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan kondisi saat kamu ingin mempresentasikan sesuatu.
Tata Bahasa Biasakanlah menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Sehingga ketika suatu kali kamu harus berbicara di suatu tempat yang formal kamu tidak perlu kagok lagi untuk merangkai kata-kata yang ingin kamu sampaikan.
Kuasai Bahan Sebelum maju ke depan kamu pelajari dan kuasai dulu materi yang akan kamu presentasikan di hadapan pendengar nanti. Jika kamu tidak memahami apa yang ingin kamu sampaikan bisa-bisa kamu malah blank dan nggak bisa mengontrol apa yang akan kamu sampaikan ke audience. Dengan menguasai materi kamu akan menjadi lebih pede dan lebih mantap dalam menyampaikan materi.
Timbak Balik Saat berbicara di depan umum kita tidak berbicara untuk diri kita tapi untuk disampaikan kepada pendengar. Aturlah intonasi suara kita mimik serta pandangan mata kita. Buatlah suasana serileks mungkin berikanlah perhatian pada audience kalau kita juga ingin diperhatikan oleh audience.
Tips-tips Berbicara di Depan Umum
Perhatikan Penampilan
Disukai atau tidak, kita sudah dinilai orang lain bahkan sebelum kita mengucapkan satu patah kata pun. Manusia secara otomatis membuat impresi dari penampilan kita. Oleh karena itu, gunakanlah pakaian yang menunjukkan bahwa kita adalah orang yang pintar dan perkataan kita dapat dipercaya. Perhatikan juga komunitas yang akan kita datangi (tentu kita akan terlihat konyol jika menggunakan stelan jas saat menjelaskan mengenai KB kepada ibu-ibu yang tinggal di kolong jembatan).
Jangan Memikirkan Hal-Hal Lain Sebelum Naik Panggung
Berbicara di depan umum akan mendatangkan tekanan. Saat kita stress, otak cenderung memikirkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan kepentingan saat ini (berbicara di depan umum), seperti, “apa mobil sudah dikunci?”, “apakah kompor sudah dimatikan?”, atau “apakah e-mail dari rekan kerja sudah dibalas?” Jika banyak pikiran yang hadir dalam kepala kita sebelum berbicara di depan umum, kita akan makin nervous (gugup) dan kehilangan kepercayaan diri. Untuk mengatasinya, ambillah beberapa saat sebelum naik ke podium untuk menenangkan diri. Kembalikan fokus kepada apa yang akan kita bicarakan.
Lakukan Persiapan dengan Matang
Apa yang kira-kira akan kita rasakan saat sudah di atas podium, dan menemukan kalau komputer tidak bisa dinyalakan, microphone mati, atau kertas catatan tidak terbawa? Tentu kita akan merasakan stress, bahkan setelah masalah itu terselesaikan. Oleh karena itu, pastikan semua alat bantu yang akan digunakan sudah siap, setidaknya setengah jam sebelum presentasi dimulai.
Bayangkan Jalannya Presentasi
Membayangkan proses dari sesuatu yang akan kita jalankan terbukti dapat membantu kita meningkatkan performa saat melakukannya. Oleh karena itu, ada baiknya kita membayangkan bagaimana jalannya presentasi sebelum naik ke panggung. Ingat-ingat lagi alur yang akan kita bawakan, data-data yang akan kita berikan, dan humor-humor (kalau ada) yang akan kita lemparkan.
Berikan Contoh-Contoh yang Dekat dengan Kehidupan Pendengar
“Hemorrhage adalah saat darah tersumbat di pembuluh, sehingga pembuluh tersebut pecah.” Orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sains pasti akan mengernyitkan dahi mendengar kalimat di atas. Tapi, bahkan orang tak berpendidikan dapat mengerti Hemorrhage jika kita menggambarkannya seperti “Jembatan yang macet total, tapi dari arah belakang mobil terus berdatangan. Sehingga akhirnya jembatan tersebut ambruk.” Sesulit apa pun penjelasan kita akan dengan mudah diterima jika ada ilustrasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jangan malas mencari ilustrasi agar penjelasan kita mudah diterima.
Perhatikan Latar Belakang Pendidikan dan Sosial Pendengar
Seorang pengajar koperasi untuk pelaku usaha kecil di pelosok Indonesia menyimpulkan bahwa daya tangkap seseorang dipengaruhi oleh jenjang pendidikan dan tingkat kesejahteraan ekonominya. Oleh karena itu, kecepatan perpindahan materi dan tingkat kesulitan penggunaan istilah harus disesuaikan dengan pendengar yang kita hadapi.
Perbanyak “Jam Terbang”
“Practice Makes Perfect = Ala Bisa Karena Biasa.” Maka, ambillah setiap kesempatan untuk berbicara di muka umum. Selain kita jadi tahu strategi apa yang tepat untuk kita, tingkat stress juga akan menurun saat kita makin terbiasa berbicara di depan umum.
TIPS-TIPS MRNJADI MC yang HANDAL
1. Kenali Peranmu
Peran seorang MC adalah untuk mempertahankan sebuah acara agar berjalan lancar, mempertahankan energi para peserta/penonton agar semangat, membantu para peserta agar merasa disambut dgn baik dan membuat para pembicara/pengisi acara merasa dihargai, dan masi banyak lagi. Jadi gak cuma hanya memberikan informasi dan gak cuma sebagai time keeper aja.
2. Kenali Kelompok-Kelompok Peserta
Maksudnya adalah menyambut para penonton/peserta yang tidak berasal dari daerah tempat acara berlangsung. MC harus memastikan bahwa semua penonton adalah sama, tidak memberikan perlakuan khusus pada mereka yang merupakan "tuan rumah".
3. Ringkaslah Apa yang Dikatakan olehPpembicara
Poin ini penting bgt buat diperhatikan. Jadi setiap seorang pembicara selesai bicara, MC harus bisa mengambil intisari dari apa yang dibicarakan oleh pembicara tersebut, atau setidaknya bagian penting dari isinya, untuk disampaikan kepada audiens.
4. Pertahankan Waktu yang Ditentukan
Dalam sebuah acara, tidak dipungkiri bakal ada alokasi waktu yang kurang sesuai dengan rundown acara, entah itu molor atau kecepatan. Untuk itulah MC harus bisa mengatur agar waktu tetap berjalan sesuai dengan rundown.
5. Buat Pendengar Bersemangat
Kadangkala pada suatu acara pasti ada pendengar yang merasa bosen atau ngantuk karena isinya kurang menarik atau apa.
6. Jangan bicara terlalu cepat, ucapkan setiap kata dengan intonasi yang jelas.
7. Usahakan untuk rileks, kalo gugup tarik nafas yang panjang dan dalam kemudian bergeraklah untuk melemaskan otot.
8. Buat catatan kecil untuk membantu mengingat apa yang akan dikatakan, entah itu joke, cerita atau memberikan informasi
TIGA LANGKAH MENJADI PERCAYA DIRI
Catatan ini adalah tentang tiga langkah mudah untuk selalu bisa menaikkan dan mempertahankan rasa percaya diri. Naik?Pertahankan?
Percaya diri Anda harus selalu naik. Sebab, Anda sendiri memang selalu ingin naik bukan? Ketahuilah, salah satu konsekuensi dari"naik" dan "membesar", adalah munculnya fenomena baru dalam bentuk kendala, hambatan, cobaan, ujian, persoalan, dan tantangan yang juga makin naik dan membesar. Logis sekali jika Anda menyadari bahwa rasa percaya diri Anda juga mestinya ikut naik dan membesar. Minimal, setara dengan semua fenomena itu.
Percaya diri Anda harus selalu dipertahankan. Sebab, segala bentuk fenomena yang muncul bersamaan dengan kenaikan dan membesarnya diri Anda, akan punya pengaruh. Di antaranya adalah menggerogoti rasa percaya diri Anda hingga terus menyusut. Maka, logis juga jika Anda menyadari bahwa rasa percaya diri Anda juga mestinya bisa bertahan.
Bagaimanakah caranya agar Anda bisa selalu menaikkan dan mempertahankan rasa percaya diri? Makin berkuasa, makin berprestasi, makin kaya, atau makin tinggi jabatan Anda, tidak serta merta akan menaikkan dan mempertahankan rasa percaya diri Anda. Jika Anda masih meyakini kemungkinan itu, maka keyakinan Anda masihbelum maksimal dan masih mengandalkan semata-mata daya tarik dan belum memanfaatkan daya dorong.
Ingat hal ini, daya tarik terkait dengan sesuatu yang belum Anda miliki. Daya dorong terkait dengan sesuatu yang sudah Anda miliki sekarang.
Keyakinan Anda di atas, masih berada di zona "percaya diri adalah akibat". Oleh sebab itu, apa yang perlu Anda lakukan adalah memasuki zona baru, yaitu "percaya diri adalah sebab". Dan dengan menjadikannya sebagai sebab, Anda akan menggeser rasa percaya diri Anda menjadi lebih dari sekedar rasa dan fenomena. Rasa percaya diri Anda akan menjadi "skill" dan "energi" .
Dr Brian Roet, dalam bukunya "The Confidence To Be Yourself", mengungkapkan tiga poin penting, yang perlu Anda kuasai untuk bisa selalu menaikkan dan mempertahankan rasa percaya diri, yaitu:
1. Know your self (Mengenali Diri Sendiri)
2. Like your self (Menyukai Diri Sendiri)
3. Accept your self (Penerimaan Diri Sendiri)
Temukanlah jawaban dan jawab sesegera mungkin dan sesering mungkin rentetan pertanyaan berikut ini. Jawablah dengan pikiran jernih, kesadaran penuh, dengan hati nurani. Jawablah denganidealisme Anda setinggi mungkin.
1. KNOW YOUR SELF
Siapa sih Anda?
Secara personality, Anda termasuk tipe manusia apa?
Faktor apa yang paling dominan dalam personality Anda itu?
Apa yang sangat memotivasi Anda?
Apa yang membuat Anda sedih atau tidak berbahagia?
Apa yang membuat Anda merasa takut?
Apa yang membuat Anda senang dan berbahagia?
2. LIKE YOUR SELF
Apa pada diri Anda yang paling Anda sukai?
Apa pada diri Anda yang paling tidak Anda sukai?
Apa pada diri orang lain yang Anda sukai?
Apa pada diri orang lain yang tidak Anda sukai?
3. ACCEPT YOUR SELF
Setelah Anda menjawab semua pertanyaan di atas dengan cermat danpenuh kesadaran, berhentilah menjawab dan biarkan pikiran bawah sadar Anda mengambil alihnya. Lupakan semua itu, tapi jangan lupa segera lakukan yang berikut ini.
Fokuslah pada perasaan Anda. Fokuslah sebentar pada suhu tubuhAnda dan pada nafas Anda. Setelah dua atau tiga menit, lakukan yang berikut ini.
Katakan pada diri Anda,
"Apapun yang terjadi setelah hal ini, saya tetaplah saya."
"Saya bertahan dan tumbuh."
"Saya tetap menjadi manusia sebagaimana saya menginginkannya."
Kemudian katakan ini sebagai penutup,
"Hai yang di dalam, olahlah semua itu, dan berikan yang terbaik darimu untukku. Naikkan dan pertahankan rasa percaya diriku. Aku mempercayaimu."
Lalu kembalilah kepada apapun yang sedang ada di hadapan Anda SAAT INI.
Semoga bermanfaat.
KIAT MEMBANGUN PERCAYA DIRI BERBICARA DI DEPAN UMUM
Tahukah Anda, tak semua orang yang saat ini berhasil menjadi pembicara atau pelaku presentasi di muka umum adalah orang yang terlahir dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sebagian dari mereka juga kerap dilanda “demam panggung” ketika harus menjadi pusat perhatian di dalam suatu komunitas.
Demam panggung memang bisa melanda siapa saja. Tak hanya seorang public speaker, karyawan biasa yang pada suatu ketika harus mengajukan usul dalam ruang rapat sekalipun bisa saja terserang demam panggung.
Ketika giliran harus menyuarakan pendapat, tiba-tiba hilang seluruh keberanian berikut rangkaian kata yang sudah disusun rapi dalam benak. Atau, saat harus menjelaskan usulan yang sedang dibahas, Anda kehilangan speech control. Bicara pun jadi tak fokus dan terkesan tak berujung pangkal.
Sesi berikutnya, Anda pun ditinggal audiens yang awalnya sudah siap mendengarkan penjelasan dari Anda. Nah, tak perlu putus asa bila kerap mengalami hal demikian! Ada banyak trik yang bisa dilakukan agar rasa percaya diri Anda tumbuh ketika berbicara di depan umum.
1. Jaga Kecepatan Bicara
Jaga laju berbicara agar tetap moderat. Jangan berbicara terlalu cepat. Orang akan sulit mengerti apa yang Anda bicarakan bila berbicara terlalu cepat. Kebanyakan pembicara yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan bicara perlahan, namun tak kehilangan fokus atau jadi membosankan.
2. Kembangkan Bahasa
Luangkan waktu untuk meningkatkan kemampuan kosa kata Anda. Jangan bicara berlebihan, terutama saat sedang melakukan presentasi. Bila kerap menggunakan kata-kata yang berlebihan akan membuat Anda terlihat kurang cerdas. Begitu pula bila kerap menggunakan banyak istilah dalam pilihan kata, hanya untuk membuat Anda tampak lebih berwibawa.
3. Gunakan Diafragma
Bicaralah melalui diafragma (rongga dada). Ini akan memberi Anda resonansi suara dan proyeksi.
4. Buka Tangan
Gunakan gestur (bahasa tubuh) membuka tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas. Ini akan memberi kesan Anda mengatakan, “Saya tak punya hal yang perlu disembunyikan. Saya hanya bicara yang sebenarnya!” Namun, jangan melakukannya berlebihan, karena akan mengganggu atau mengacaukan perhatian audiens Anda.
5. Pelihara Kontak Mata
Sementara Anda memaparkan pemikiran, sebaiknya lakukan dengan tetap memelihara kontak mata dengan semua lawan bicara Anda. Ini akan membuat Anda tak kehilangan fokus saat berbicara di muka umum.
6. Berdiri Tegak
Cobalah untuk tetap berdiri tegak setiap kali Anda memiliki kesempatan berbicara di depan umum. Jangan simpan tangan Anda dalam saku celana, dan jangan lupa untuk selalu menyunggingkan senyum terbaik, tanpa kesan dibuat-buat.
7. Buang Beberapa Kata
Kebiasaan mengatakan, “Eee…”, “Apa itu”, atau “Anu”, Anda hilangkan saat berbicara di muka umum. Menggunakan frase atau kata-kata seperti ini akan membuat Anda terlihat tak percaya diri dan tidak profesional.
Tips Mengatasi Rasa Takut Berbicara Di Depan Umum / Podium
Apa yang Anda rasakan sesaat sebelum tampil melakukan presentasi di depan umum? Apakah telapak tangan Anda berkeringat, kerongkongan kering dan tercekat, wajah memerah, suara bergetar, jantung berdebar, dan perut mulas? Penderitaan semacam ini tak hanya Anda alami saat berbicara di hadapan ratusan orang yang tidak Anda kenal, tetapi juga saat rapat bersama rekan-rekan Anda sendiri.
Pada saat itu, Anda sebenarnya sedang mengalami sindrom tidak percaya diri. Penyebabnya, entah karena Anda memang tidak terbiasa berbicara di depan umum, atau tidak siap tampil. Hal ini tak hanya dialami oleh Anda yang baru pertama kali menjadi pembicara. Bahkan orang yang sudah sering tampil sebagai public speaker pun masih sering mengalaminya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bisa karena belum mempersiapkan diri dengan materi, bisa pula karena tidak tahu siapa hadirin yang dihadapi.
Membangun kepercayaan diri
Menurut Alexander Sriewijono, psikolog yang juga pendiri TALK-inc, School for TV Presenter-MC, seorang pembicara yang sukses selalu tahu cara membangkitkan kepercayaan dalam dirinya, sebaik ia tahu cara membawakan pidato atau presentasinya. Apalah artinya kata-kata yang hebat apabila tidak disertai keyakinan pada saat menyampaikannya.
Untuk membangun kepercayaan diri, ada tiga strategi yang dapat dilakukan:
Mengembangkan sikap matang, yang terdiri atas tiga hal:
- Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengendalikan emosi dan rasa takut yang muncul dalam dirinya, dan menjadikan emosi itu sebagai pemacu untuk bertindak sesuai tujuan yang ingin dicapai.
- Tampilkan kematangan usia, sehingga Anda dapat menyampaikan gagasan dan perasaannya secara dewasa, asertif, dan profesional. Artinya, Anda tidak berbicara seperti remaja, menggunakan gaya bahasa remaja (kecuali saat berbicara di forum remaja), atau berpikir dangkal seperti remaja yang belum mampu berpikir kritis.
- Membangun gambaran yang positif terhadap diri sendiri. Penilaian orang lain terhadap diri kita (impression) sering mempengaruhi penilaian kita tentang diri sendiri (self-image). Penilaian yang buruk membuat kita jadi rendah diri. Bagi orang yang memiliki penghargaan diri (self-esteem) yang rendah, penilaian orang lain terhadap dirinya membuat ia menjadi terpuruk. Inilah mengapa kita cemas atau takut tidak tampil bagus, takut ditertawakan, takut salah, dan seterusnya.
Kendalikan Penghambat Kepercayaan Diri Anda
Cara berpikir negatif terhadap diri sendiri, seperti perasaan tidak siap tampil di depan umum, tidak menguasai topik, takut dikritik, takut presentasinya akan mengecewakan, tidak tahu apa yang harus disampaikan, dan lain-lain. Jelas bukan hadirin yang membuat Anda tidak percaya diri, melainkan pikiran negatif Anda sendiri.
- Nyatakan perasaan atau pikiran Anda dengan lebih spesifik, apakah sedih, takut, kecewa, kesepian, dan sebagainya; bukannya "saya merasa kacau". Ketika mengekspresikan perasaan marah, jelaskan dulu perilaku spesifik yang tidak Anda sukai, lalu perasaan Anda sendiri. Atau bila ada perasaan ganda mengenai sesuatu, sampaikan dengan jelas. Misalnya, "Saya punya perasaan ganda tentang apa yang baru Anda lakukan. Saya senang dan berterima kasih Anda telah membantu saya menjelaskan masalah, tapi saya tidak suka diinterupsi ketika belum selesai berbicara." Penggunaan kata "Saya" atau "Saya merasa" akan membantu Anda mengekspresikan perasaan yang sulit tanpa menyerang harga diri lawan bicara.
- Cara Anda menempatkan diri yang terlalu rendah atau terlalu tinggi di hadapan orang lain. Pembicara yang memandang dirinya lebih dari orang lain tidak dapat menciptakan atmosfer yang positif dalam suatu presentasi. Ia berbicara terus-menerus, mendominasi percakapan, dan tidak memberikan kesempatan pada hadirin untuk mengungkapkan gagasan, sehingga komunikasi berlangsung satu arah. Sebaiknya, pembicara yang merasa dirinya lebih rendah daripada hadirin cenderung tidak tegas ketika menyampaikan suatu pesan yang harus diwujudkan dalam tindakan. Ia membiarkan hadirin mendebat argumentasinya tanpa hasrat kuat untuk mempertahankannya. Ketika hadirin asyik berbicara sendiri, ia tidak berani memperingatkannya.
Atasi rasa takut Anda. Anda bisa membiarkan rasa takut menguasai pikiran, atau justru menggunakannya untuk membuat latihan berbicara yang maksimal. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebelum menyampaikan presentasi:
* Atur nafas sampai merasa tenang.
* Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato.
* Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat.
* Jangan biarkan hadiri mengetahui kegugupan Anda, apalagi meminta maaf untuknya.
* Buatlah persiapan matang sebelum tampil.
* Terimalah ketidaksempurnaan.
* Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada komunikasi.
* Jangan membebani pikiran dengan berusaha menghafal isi pidato.
* Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan.
* Bayangkan diri Anda tengah memberikan pidato yang bagus dan kuat.
Mengatasi Keraguan dan Rasa Takut
Keraguan akan kemampuan diri sendiri dan rasa takut mempengaruhi kemampuan kita dalam meraih atau menetapkan cita-cita. Keraguan dan rasa takut adalah suara-suara dalam kepala yang mengatakan bahwa, "Anda tidak mungkin berhasil, lalu kenapa anda mencoba?" dan "Anda pikir anda siapa?". Keraguan dan rasa takut juga apa yang membuat anda mendengarkan suara-suara itu dan memutuskan untuk menyerah sebelum anda memulainya.
Banyak orang yang berpengalaman dengan keraguan dan rasa takut pada suatu hal dalam hidup mereka mengambil tindakan untuk mengatasinya. Sementara, banyak yang lainnya terjebak, atau merasa percaya diri dalam satu hal saja dalam hidup mereka, misalnya pekerjaan. Mereka terlalu takut untuk mencoba hal baru seperti bersekolah kembali, menjalin hubungan baru, atau mempelajari kemampuan baru.
Ketika kita membiarkan keraguan dan rasa takut mengatur kehidupan kita, kita kehilangan kesempatan atau peluang. Kita memprediksi dan percaya bahawa hal baik tidak akan terjadai pada kita, jadi kita tidak mencoba sesuatu yang baru, dan menolak untuk mengambil resiko bahkan resiko yang kecil sekalipun. Hal ini akan membuat kita mengabaikan orang lain atau situasi yang mungkin dapat membantu kita untuk mencapai tujuan kita. Keraguan dan rasa takut memang bisa datang dengan bentuk dan sumber yang berbeda, tapi kita bisa belajar untuk mengatasinya.
Jika anda ingin mengatasi perasaan ragu dan takut anda, baca 10 tekhnik berikut:
- Buat daftar rasa takut anda. Hanya dengan mengakui adanya rasa takut itu anda dapat mencari solusinya.
Tuliskan bagaimana rasa takut ini mempengaruhi hidup anda.
- Sadari suara-suara negatif dalam diri anda dan catat pesan-pesan negatif tersebut.
- Mulailah membangun sistem dukungan dari teman-teman dan hindari orang-orang yang memberi perkembangan rasa negatif pada diri anda.
- Bergabunglah dengan kelompok pendukung dari orang-orang yang mengalami masalah yang sama.
- Ubah setiap pesan negatif menjadi pesan yang menegaskan dan membangun.
- Bacalah buku yang membantu anda merasa yakin dengan diri anda.
- Sadari keadaan masa lalu anda, dan bersedialah untuk dapat melupakannya.
- Buat daftar cita-cita anda dan tindakan yang anda perlu lakukan untuk mencapainya.
- Lakukan salah satu dari tindakan tersebut setiap harinya. Setiap kali anda melakukan sesuatu yang membawa anda lebih dekat dengan cita-cita anda, hal itu akan membuat anda merasa lebih baik.
Ketika keraguan dan rasa takut datang kembali, dan masih saja terus datang, atasi dengan menggunakan alat dan kemampuan yang sudah anda pelajari.
